Akhir-akhir ini, banyak orang penasaran tentang sourdough karena dianggap lebih sehat daripada jenis roti lainnya. Hanya saja, memang belum banyak yang tahu tentang definisi, manfaat, dan bagaimana teknik pembuatan roti khas Mesir kuno yang satu ini.
Anda pun tidak perlu khawatir karena semua penjelasan lengkap dan detail tentangnya bisa Anda temukan di bawah ini!

Definisi
Singkatnya, roti sourdough adalah adonan roti asam yang terbuat dari hasil fermentasi tepung dan air. Teknik ini sebenarnya sudah ada sejak zaman kuno, mengingat saat itu ragi instan masih belum tersedia. Jadi, mereka membuat roti dengan teknik fermentasi.
Jika Anda ingin tahu sourdough terbuat dari tepung apa, biasanya para baker menggunakan tepung terigu berprotein tinggi, tepung gandum utuh, atau tepung gandum hitam. Fungsinya adalah sebagai ragi alami untuk mengembangkan roti Anda.
Ketika menyampurkan tepung dan air, ragi liar dan bakteri asam laktat akan muncul secara alami pada adonan bernama starter. Kedua mikroorganisme ini nantinya akan bertugas untuk mengembangkan adonan roti, menggantikan peran dari ragi instan atau ragi komersial.
Proses pembuatan ragi alaminya cukup panjang, tidak bisa selesai hanya dalam satu atau dua hari. Rata-rata, Anda perlu menghabiskan waktu satu minggu sebelum bisa membuat adonan roti pertama. Lalu sisanya, bisa Anda kembangkan secara terus-menerus.
Kelebihan
Pada dasarnya, ada beberapa manfaat sourdough yang membuatnya lebih unggul dari adonan roti lain, seperti di penjelasan berikut!
1. Lebih Ramah untuk Pencernaan Manusia
Seperti pada penjelasan di atas, banyak orang tertarik untuk membuat roti ini karena ada anggapan bahwa eksistensinya lebih sehat daripada roti lain. Pasalnya teknik pembuatan roti ini mengandalkan fermentasi, yang mengubah struktur kimia tepung.
Perubahan struktur kimia tersebut terkait dengan gluten, protein yang ada di dalam tepung terigu dan gandum. Protein ini bisa memicu rasa tidak nyaman di perut karena kompleks dan sulit dipecah di dalam usus. Bahkan ada beberapa orang yang lebih sensitif terhadapnya.
Tapi dalam teknik fermentasi ini, akan ada asam laktat yang muncul secara alami. Tugasnya adalah mengubah struktur pada tepung, khususnya gluten. Hasilnya, roti tersebut lebih ramah untuk pencernaan manusia, terutama bagi yang lebih sensitif terhadap gluten.
2. Kaya Probiotik dan Rendah Glikemik
Faktanya, tidak semua bakteri itu jahat, mengingat tubuh Anda juga memerlukan bakteri baik agar metabolisme bisa berjalan lebih lancar. Karena itulah tubuh butuh probiotik, entah itu bakterinya sendiri atau yang bertindak sebagai bahan makanan bakteri baik.
Roti ini termasuk sumber probiotik yang baik, mengingat ada banyak kandungan serat dan polifenol di dalamnya. Selain itu, rotinya juga lebih sehat karena rendah kandungan glikemik. Hasilnya, gula darah tidak akan naik secara drastis ketika Anda menyantapnya.
Teknik Pembuatan
Secara garis besar, teknik pembuatan starter adonan roti asam ini sangat mudah. Anda hanya perlu menyampurkan air dan tepung dengan rasio 1:1. Jadi jika memakai 50 gram tepung terigu, Anda akan butuh 50 gram air. Pastikan jika keduanya sama persis.
Setelah itu, tinggal tutup wadah dan simpan di tempat kering dengan suhu ruangan hingga muncul gelembung pada starter. Pada umumnya gelembung akan muncul setelah dua atau tiga hari. Setelah itu, tinggal beri makan starter setiap 1-2 kali sehari.
Rasio untuk pemberian makan juga harus 1:1:1, jadi timbangan antara starter, tepung, dan airnya harus sama. Terus beri makan setiap hari hingga starter kuat, rata-rata 1 minggu. Ambil sebagian untuk membuat roti, sedangkan sisanya bisa terus Anda kembangkan.
Penutup
Itulah segala hal yang harus Anda tahu tentang sourdough, yaitu teknik membuat adonan roti asam berupa ragi alami yang terbuat dari hasil fermentasi tepung dan air. Anda bisa membuat roti terus-menerus dari satu starter, bahkan hingga bertahun-tahun lamanya.

