Akhir-akhir ini, popularitas milk bread Jepang semakin naik karena rasanya yang enak. Selain itu, teksturnya pun sangat menggugah selera, lembut dan elastis karena komposisi susu didalamnya. Hal ini membuatnya berhasil merebut hati banyak orang.
Nama lainnya adalah Japanese milk bun, sehingga Anda tidak perlu bingung karena keduanya adalah hal yang sama. Informasi penting lainnya tentang roti ini bisa Anda temukan di sini, mulai dari definisi dan ciri khas, sejarah singkat, hingga bagaimana teknik membuatnya.

Definisi dan Ciri Khas
Jika Anda hanya melihat dari luar saja, tampilan visual roti susu Jepang memang tidak berbeda dengan roti sobek lain pada umumnya. Bentuk rotinya persegi empat, dengan beberapa bagian lain yang lebih kecil. Hasilnya, tinggal Anda sobek untuk menyantapnya.
Pada beberapa versi yang lain, bentuknya persegi panjang dan mirip dengan roti tawar. Namun, rasanya berbeda karena lebih manis dan enak. Teksturnya lembut, empuk, dan ringan, bahkan terkadang ada sensasi meleleh di mulut. Kelembutannya bisa tahan 3-4 hari.
Ciri khasnya ada pada komposisi susu full cream yang lebih banyak daripada roti lain pada umumnya. Kondimen inilah yang berhasil membuat teksturnya super lembut. Selain itu, Anda juga akan membutuhkan terigu protein tinggi agar roti lebih mudah mengembang.
Beberapa bahan lain yang perlu Anda siapkan adalah gula, garam, susu bubuk, mentega, serta telur untuk membentuk roti yang enak dan lembut. Jika ingin, Anda bisa menambahkan isian agar lebih enak, dapat berupa coklat, mustard, keju, dan lain-lain.
Sejarah
Jika Anda bandingkan dengan roti-roti lainnya, milk bread Jepang memang termasuk roti baru. Hal ini karena roti ini baru muncul pada abad ke-20, namun tidak ada bukti sejarah yang mengarah langsung pada tanggal pastinya, sehingga tidak ada yang tahu.
Roti ini berasal dari Hokkaido, salah satu kota yang ada di Jepang. Karena itulah beberapa orang mengenalnya juga dengan nama Hokkaido milk bread. Sedangkan di daerah asalnya sendiri, orang-orang Jepang lebih mengenal roti ini dengan nama shokupan.
Teknik Pembuatan Roti
Jika Anda bertanya-tanya apa yang istimewa dari milk bread Jepang, maka jawabannya ada di teknik pembuatan rotinya. Teknik ini membuat tekstur roti lebih lembut seperti kapas, seperti pada penjelasan berikut!
1. Tangzhong
Salah satu ciri khas roti tawar khas Jepang ini adalah penggunaan tangzhong, yaitu adonan yang terbuat dari campuran terigu dan air. Rasio tepung dan air tersebut adalah 1:5, jadi jika Anda menggunakan 10 gram tepung terigu harus menambah 50 gram air.
Uniknya, Anda tidak cukup hanya mencampurkannya saja, namun juga harus dimasak di atas kompor hingga adonan mengental. Jika ingin hasilnya sempurna, pastikan suhu kompor ada di kisaran 65 derajat Celcius. Didihkan hingga adonan mirip pasta.
Tipsnya adalah menunggu adonan dingin sebelum memasukkan adonan tangzhong ke dalam adonan roti agar hasilnya lebih lembut.
2. Panggang Dua Kali
Ciri khas lain dari roti ini adalah proses pemanggangan selama dua kali. Pertama, roti bisa Anda masukkan ke dalam oven dengan suhu 180 derajat Celcius selama 30 menit. Setelah itu, keluarkan roti, tutup dengan aluminium foil, lalu oven kembali selama 10 menit.
Penutup
Itulah informasi lengkap tentang milk bread Jepang yang perlu Anda ketahui, termasuk tentang definisi dan ciri khasnya, sejarahnya, dan teknik pembuatannya. Jadi, jangan lupa untuk memakai tangzhong dan panggang dua kali jika ingin membuatnya, ya!

