Perlu diakui jika salah satu roti yang paling populer di dunia adalah baguette Prancis. Alasannya sederhana, yaitu karena bentuk dan teksturnya yang unik. Tapi selain itu, teknik pembuatan rotinya pun tidak kalah menarik karena masih menggunakan cara tradisional.
Orang Prancis menganggap roti ini sebagai roti legendaris yang ada di setiap tahapan kehidupan mereka sejak saat balita hingga lansia. Karena itu, sangat wajar rasanya jika UNESCO menetapkan roti baguette sebagai bagian warisan budaya takbenda dari Prancis.

Definisi dan Ciri Khas
Karena bentuknya yang sangat unik, Anda bisa dengan mudah membedakan French baguette dengan roti lain. Ciri khasnya adalah bentuknya yang panjang, biasanya berukuran 70-120 cm dengan diameter antara 5-6 cm. Itu adalah ukuran standar ala orang Prancis.
Selain punya aturan khusus tentang ukuran, orang Prancis juga strict terkait dengan pemilihan bahan. Hal ini karena di dalam baguette hanya boleh ada empat bahan saja tanpa tambahan bahan lain, yaitu tepung terigu putih, ragi tradisional, garam, dan air.
Karena bentuknya yang panjang dan bahannya yang sederhana, ada teknik khusus saat menyantap roti khas Prancis ini. Anda bisa memotongnya dulu jadi ukuran yang lebih kecil, lalu tambahkan mentega dan/atau keju. Paling pas dengan kopi atau teh.
Selain itu, Anda juga bisa menyulap roti tradisional ini menjadi sandwich yang lezat. Tinggal tambah sayuran, daging, keju, dan berbagai jenis saus untuk hasil yang lebih enak. Ciri khas utamanya adalah renyah di bagian luar dan lembut di bagian dalam.
Sejarah Singkat
Sebenarnya, asal usul kenapa orang Prancis mulai membuat roti khas yang berbentuk panjang masih belum jelas karena tidak ada bukti ada sejarah yang kuat. Namun, memang banyak asumsi yang mengaitkannya dengan makanan era perang.
Sebelum berbentuk panjang, kebanyakan roti di Prancis berbentuk bulat atau kotak. Namun sejak memasuki era perang, tokoh bernama Napoleon Bonaparte meminta para baker untuk membuat roti yang lebih mudah dibawa untuk bekal tanpa harus menghabiskan ruang.
Selain itu, ada juga rumor yang mengaitkan bentuk roti baguette Prancis dengan bentuk oven yang memanjang. Para baker mulai membuat roti dengan bentuk yang memanjang secara vertikal untuk memudahkan proses pemanggangan yang baru.
Sebenarnya, eksistensi resep roti klasik ini sudah ada sejak lama, tepatnya pada abad ke-18. Pada saat itu ada penemuan baru terkait dengan ragi tradisional, sehingga proses istirahat atau proofing adonan bisa berjalan lebih singkat daripada waktu sebelumnya.
Namun istilah baguette baru muncul pada tahun 1920-an, merujuk khusus pada roti klasik dengan bentuk silinder memanjang. Hal ini selaras dengan nama “baguette”, yang dalam bahasa Prancis berarti “stik” atau “tongkat”, mengingat bentuknya yang mirip stik.
Teknik Pembuatan Roti
Sebenarnya, cara membuat roti baguette Prancis gampang-gampang susah, jadi pastikan mengikuti tips-tips berikut!
1. Buat Ragi Tradisional
Salah satu ciri khas roti panjang khas Prancis ini ada pada raginya, mengingat menggunakan ragi tradisional. Caranya dengan menyampurkan ragi instan ke dalam sedikit tepung dan air, lalu diamkan selama 4-6 jam di suhu ruang agar aromanya keluar.
2. Sayat Bagian Atas Roti
Setelah proses pembuatan roti selesai, jangan lupa untuk menyayat bagian atas adonan sebelum dimasukkan ke dalam oven. Sudut kemiringannya sekitar 45 derajat sebagai jalan keluar uap agar bagian luar roti tidak robek.
Penutup
Itulah penjelasan tentang baguette Prancis yang penting untuk Anda ketahui, termasuk soal definisi, ciri khas, sejarah, dan teknik pembuatannya. Daya tarik utamanya adalah pada bentuk yang panjang dan tekstur yang lembut di dalam tapi renyah di luar.

