Bicara tentang pastry, kurang lengkap rasanya jika tidak membahas croissant. Hal ini karena popularitasnya yang kini sudah mendunia, bukan hanya di negara asalnya saja. Jadi sangat wajar jika banyak orang ingin tahu sejarah croissant, karakteristik, dan pembuatannya.
Secara garis besar, croissant adalah campuran roti, kue, dan pastry, meski paling dikenal sebagai flaky pastry dengan tekstur unik, renyah dan berlapis. Karena itu, simak penjelasan soal sejarah croissant, karakteristik, dan pembuatannya di bawah ini!

Sejarah Croissant
Jika Anda bertanya-tanya croissant berasal dari negara mana, sebenarnya pastry ini berasal dari Austria. Namun, dulu namanya memang bukan croissant. Pada saat itu, orang-orang Austria mengenalnya sebagai kipferl, roti gulung panggang yang terbuat dari gandum.
Jika melihat catatan sejarah, roti ini muncul pada abad ke-13. Meski begitu, ada banyak yang orang percaya bahwa roti ini sudah eksis jauh lebih lama. Tapi memang belum ada bukti kuat tentang kapan tepatnya roti berlapis ini pertama kali dibuat.
Beberapa lainnya percaya bahwa roti ini diciptakan sebagai simbol perayaan atas kekalahan Kekaisaran Ottoman di Perang Wina pada abad ke-17. Karena itulah bentuknya mirip dengan bulan sabit, yang merupakan simbol Kekaisaran Ottoman pada saat itu.
Namun sejarah croissant tidak berhenti di situ, mengingat pada abad ke-19 rotinya berpindah ke Prancis. August Zang adalah orang pertama yang membawa roti ini ke Paris, lebih tepatnya pada tahun 1839. Pada saat itu, dia mendirikan toko roti khas Wina di sana.
Hanya dalam waktu singkat, orang-orang Paris mulai jatuh cinta dengan roti kipferl khas Austria dan mulai membuat roti serupa versi mereka. Mereka memberinya nama “croissant” karena bentuk rotinya yang sangat mirip dengan bentuk bulan sabit.
Jadi, bila Anda penasaran croissant bahasa apa, kata tersebut berasal dari bahasa Prancis. Artinya adalah sabit, dari croissant de lune yang berarti bulan sabit. Itulah alasan kenapa croissant dibaca kwasong, mengingat logat bacanya mengikuti logat bahasa Prancis.
Karakteristik Croissant
Selain sejarahnya, karakteristik croissant juga tidak kalah penting untuk Anda ketahui. Secara garis besar, pastry ini memiliki karakteristik berikut!
1. Terdiri dari Banyak Lapisan
Salah satu ciri khas pastry khas Prancis ini adalah bentuknya yang berlapis-lapis. Hal ini karena teknik pembuatannya, yaitu laminasi. Anda harus terus melipat adonan berkali-kali dan melapisinya dengan butter atau margarin hingga menghasilkan lapisan super tipis.
2. Tekstur Renyah dan Buttery
Ada alasan kenapa Anda harus melipat adonan berkali-kali saat membuat pastry yang satu ini, yaitu agar teksturnya renyah dan buttery. Selain dengan laminasi, Anda juga harus menjaga suhu adonan tetap ideal agar hasilnya bisa maksimal dan memuaskan.
Kebanyakan croissant Prancis memang tidak memiliki isian, mengingat rasanya yang sudah enak meski tanpa tambahan apa-apa. Namun, ada juga yang menambah topping coklat, almond, dan lain-lain. Ada juga yang menjadikannya sebagai luaran sandwich.
3. Lapisan Luar yang Mengkilap
Karakteristik terakhir yang tidak boleh Anda lupakan adalah lapisan luarnya yang mengkilap. Caranya mudah, yaitu dengan melapisinya menggunakan campuran susu dan kuning telur. Anda bisa melapisinya tepat sebelum croissant masuk ke dalam oven.
Cara Pembuatan Croissant
Pada penjelasan di atas, Anda mungkin sudah punya gambaran tentang cara pembuatan croissant. Namun agar Anda lebih paham, bisa ikuti cara pembuatannya di bawah!
- Persiapkan adonan, berupa:
- 250 g tepung terigu protein tinggi
- 23 g mentega
- 4 g ragi instan
- 25 g gula pasir
- ½ sdt garam
- 120 ml susu cair
- Campurkan semua adonan dan aduk hingga kalis.
- Pipihkan adonan dengan bantuan rolling pin atau alat lain.
- Masukkan ke dalam freezer dan diamkan 30-60 menit agar suhunya lebih ideal.
- Keluarkan dari freezer, lalu lapisi dengan mentega.
- Lipat adonan, lalu kembali lapisi dengan mentega. Ulangi terus hingga beberapa kali.
- Pipihkan dan potong memanjang berbentuk segitiga.
- Gulung hingga berbentuk bulan sabit.
Penutup
Itulah penjelasan tentang sejarah croissant, karakteristik, dan pembuatannya yang perlu Anda ketahui. Banyak orang mengenalnya sebagai roti Prancis, padahal aslinya dari Austria. Lalu. orang Prancis mengadaptasinya hingga populer seperti sekarang.

